Friday, 8 January 2016

Episode 1 : New Life



            Suara ambulan begitu ramai terdengar di sebuah rumah sakit di kota Bensil, dengan segera beberapa petugas rumah sakit membawa korban kedalam ruang gawat darurat. Kondisi korban sangat memprihatinkan dengan luka dihampir seluruh tubuhnya, darah mengalir dengan deras di atas lantai putih rumah sakit yang cukup ramai pada saat itu. Semua pengujung melihat dengan penuh penasaran kearah korban yang sangat berantakan menuju ruang gawat darurat.

“Dok.... ada korban kritis!” Teriak salah satu petugas rumah sakit yang membantu membawa korban.
Beberapa dokter langsung menghampiri korban.

“Letakan dia diatas tempat tidur, cepat!! Ya ampun, apa yang terjadi dengan dia?” Tanya salah satu dokter dengan terkejut melihat kondisi korban.
“Saya...kurang tahu dok, dia tergeletak di jalan...dekat taman kota dengan...penuh darah di seluruh badan” Jawab gugup  seorang petugas ambulan
“Kamu periksa seluruh pakaiannya, siapa tau kita bisa menemukan identitasnya....” Sambil menunjuk kearah satu petugas. “Yang lainnya coba kamu panggil dokter Bryan untuk datang kesini!!!” Lanjut dokter memerintahkan.
“Baik dok” Dengan sigap para petugas menjawab.

            Dokter Bryan merupakan salah satu dokter tebaik dalam hal luka dalam dan luka luar. Dokter Bryan sudah cukup berumur yaitu 42 tahun dengan segudang pengalaman yang pernah dimilikinya di berbagai kota di negeri ini. Sebelum menjadi dokter rumah sakit dia merupakan peneliti yang tertarik mengenai hal mistis dan aneh bersama temannya, sampai suatu saat dia tak lagi meneruskan penelitiannya ketika dilarang oleh keluarga dan orang - orang didekatnya. Dia pernah menyelamatkan seorang yang hhampir meninggar karena ada luka sobek di jantungnya, karena kejadiaan itu sekarang dokter Bryan menjadi terkenal dan disegani dikota ini.

“tuk...tuk..tuk..” Suara langkah sepatu terdengar seperti berlari dan lama – lama semakin keras menuju kearah pintu ruang gawat darurat. Setelah menunggu suara tersebut, kemudian terbukalah pintu ruangan UGD dengan cukup keras “Dugggg....”. Dokter Bryan pun langsung menghampiri salah satu dokter yang mencoba menyelamatkan korban.
“Apa yang terjadi dok?” Tanya dokter Bryan.
“Korban seperti terkena cakar hampir diseluruh bagian tubuhnya dok, luka yang paling parah berada didaerah kepala dan dada korban. Menurut pengakuan petugas ambulan, dia ditemukan di taman kota dok” Jawab dokter UGD
“Coba saya periksa terlebih dahulu” Dokter Bryan segera memeriksa badan korban yang penuh dengan darah segar. Terkejutlah dokter Bryan setelah memeriksa tuduh korban tersebut.
“Apa yang sebenarnya terjadi dengan dia, tercakar cukup dalam...Dan mahluk apa yang bisa melakukan hal ini di taman kota yang ramai itu” Dokter Bryan sejenak berfikir. “Dia sudah terlalu banyak kehilangan darah dan saya rasa dia tidak dapat diselamatkan dok” Tegas dokter Bryen menjelaskan.

              Dokter UGD pun setuju dengam yang dijelaskan oleh dokter Bryan karena pendarahan yang cukup hebat diseluruh badan korban.
“Apa kalian menemukan identitas dia supaya kita bisa menghubungi keluarga korban?!” Tanya dokter Bryen dengan cukup panik melihat keadaan korban.
“Kami tidak menemukan kartu identitas ataupun handphone di pakaiannya dok, kecuali ada tatto aneh di lengan kirinya” Jawab petugas rumah sakit.
“Lengan kiri?? Tatto apa ini...” Dokter Bryan bingung dengan gmabar tersebut. “Kalau memang tidak ada kartu identitas serta keluarga yang dapat dihubungi, kita lakukan operasi saja !" Ujar dokter Bryan
"Operasi apa dok ? Kita kan Belum mendapatkan izin dari keluarganya mengenai hal tersebut" Jawab dokter UGD dengam sangat kaget.

          Akhirnya mereka berdua berdiskusi mengenai operasi yang diusulkan oleh dokter Bryan, dalam diskusinya dokter UGD hanya diam dan tidak tau harus berbuat apa saat dokter menjelaskannya.
"Saya mempunyai seorang pasien bernama Joey dengan kondisi yang cukup memprihatinkan dok, dia kehilangan fungsi lambung, hati dan mata sebelah kiri karena kecelakaan kendaraan.... Dia membutuhkan pendonor untuk menyelamatkan hidupnya" Dengan jelas dokter Bryan mengatakannya.
"Apa ini hal yang benar jika kita mengambil bagian tubuh korban ini dok, kita kan tidak tau apakah korban setuju dengan operasi ini ?" Dokter UGD masih merasa ragu untuk melakukan operasi tersebut.
Dokter Bryan terus meyakinkan bahwa yang dilakukannya ini merupakan hal yang terbaik bagi korban dan Joey. "Saya fikir korban ini jg akan merasa senang jika bagian dari tubuhnya masih dapat hidup walaupun di tubuh orang lain dok" Ucap dokter Bryan. Dari penjelasan yang telah diberikan dokter UGD pun setuju dan akan membantu operasi tersebut.

"Suster tolong beritahu pasien atas nama Joey agar bersiap siap karena akan segera melakukan operasi dalam 1 jam lagi" Dokter Bryan memerintahkan salah satu suser. Suster tersebut pun langsung bergegas menuju ruangan pasien dan segera memberitahukan hal tersebut.
"Pasien atas nama Joey, harap bersiap siap karena kamu akan segera melakukan operasi" Ujar Suster.
"Baik sus" jawab Joey dengan sangat senang dan antusias karena sudah lama menunggumu operasi ini.

                  Joey merupakan mahasiswa di sebuah universitas terkenal di kota bensil, dia seorang yang cerdas. Sejak kecil dia selalu mendapatkan ranking pertama di kelasnya dan selalu mendapatkan beasiswa di setiap tahunnya. Joey merupakan seorang putra dari seorang suami istri yang tidak ia ketahui, sejak kecil dia sudah di besarkan oleh panti asuhan dan berjuang sendiri untuk kehidupan yang baik dikemudian hari. Dengan badannya yang kurus kering dia menjalani hidupnya sendirian tanpa ada saudara sama sekali yang mengenalnya. Sudah tiga hari Joey berada di rumah sakit karena kecelakaan mobil saat dia akan berangkat ke kampus menggunakan kendaraan umum. Dia kehilangan fungsi lambung, hati dan mata kirinya akibat kejadian itu, jika tidak ditangani secepat mungkin Joey mungkin akan kehilangan nyawanya. Oleh karena itu Joey mengharapkan ada yang bersedia mendonorkan bagian tubuhnya untuk kehidupan dirinya. Mengetahui Suster bahwa ada orang yang mau memberikan bagian tubuhnya untuknya, Joey sangat senang dan berharap bahwa dia akan hidup normal kembali seperti dahulu.

                    Tepat pukul 03.00 sore waktu setempat dokter Bryan melakukan operasi dan mengambil organ korban yang mempunyai tatto misterius itu. Selanjutnya memindahkan organ tersebut ketubuh Joey. Setelah kurang lebih 5 jam melakukan operasi, Joey kembali ke ruangannya dengan keadaan setengah sadar akibat obat bius. Beberapa jam kemudian dokter Bryan datang menemui Joey yang sudah mulai sadar dan mengecek keadaan dia.

"Joey, operasi kamu berhasil .... Tapi kamu belum boleh makan selama 2 hari, karena ginjal dan hati kamu harus beradaptasi dengan tubuhnya yang baru" Jelaskan dokter Bryan kpada Joey.
"Baik dok, terima kasih banyak karena sudah berusaha untuk menyembuhkan ku" Ucap Joey sambil memegang tangan dokter Bryan. Joey mengikuti semua saran yang dokter berikan, dia tidak makan selama kurang lebih 2 baru hingga organnya dapat berfungsi dengan normal. Selama 2 hari tersebut Joey mengalami gangguan pada tubuhnya, badanya sering panas dingin, perut melilit dan muntah Sarah setiap 3 jam. Di hari kedua Joey mengalami kejang akibat panas yang sangat tinggi pada tubuhnya sepanas 43°C, kejadian itu hampir saja mengambil nyawa Joey. Joey semakin lemas dengan keadaan tubuhnya yang semakin parah.
Di hari ke 3 keadaan Joey semakin membaik, suhu badan sudah kembali normal dan muntah Sarah sudah tidak lagi terjadi. Namun pada bagian perut Joey masi merasakan mual yang luar biasa. Pagi pagi dokter Bryan menghampiri Joey kembali untuk melihat keadaannya.

"Pagi Joey, udah lebih baik hari ini ?" Kata dokter Bryan.
"Pagi dok, sudah lumayan lebih baik tapi masih terasa mual diperut" Jawab Joey. Dokter pun mulai memeriksa keadaan Joey.
"Syukurlah kamu sudah lebih sehat hari ini, kamu sudah boleh makan siang ini yaa.... Kamu pasti kangen dengan makanan favourite kamu kan ?" Kata dokter Bryan menggoda.
"Iyaa dok, saya udah kangen banget makan burgers" Jawab Joey dengan senang.
Pukul menunjukan 10.00 pagi, saat itu pintu ruangannya Joey dirawat berbunyi, menunjukan bahwa ada seseorang yang akan masuk. Terbukalah pintu ruangannya dan terlihat seorang pria dan wanita yang tak asing lagi di mata Joey, mereka adalah Romy dan Bunga sahabat baik Joey di kampus.
"Hey Joey, gimana kabar kmu ?" Tanya Bunga dengan manis.
"Aku sudah baikan kok, kalian kenapa kesini gak memberitahu aku ?" Jawab Joey
"Kita kan ingin member kejutan buat kmu bro" Balas Romy. "Nih kita bawain makanan kesukaan kamu, hamburger depan kampus.... Udah boleh makan belum ?" Tanya Romy.
"Asiiikkkk.... Siang ini aku udah boleh makan kok, makasih ya" Jawab Joey sambil tersenyum.
Tidak terasa waktu terasa cepat berlalu, jam menunjukan pukul 12.15 siang. Joey pun mulai memakan hamburger yang diberikan oleh sahabatnya, namun raut wajah yang ditampilkan Joey berubah menjadi kecut. Joey pun berlari menuju kamar mandi dan muntah didepan kaca closet, rasa mual yang terjadi saat memakan hamburger tadi seperti memakan daging mentah dan berbau amis.
"Apa yang kalian bawa ini ? Rasanya amis dan tidak enak..." Tanya Joey dengan amarah kepada temannya.
"Masa ? Aku beli ini di depan kampus, tempat kesukaan kamu.... Coba aku makan" Jawab Bunga penasaran.
"Enak kok Joey.... Rasanya sama seperti biasanya, coba kamu makan Romy !!" Suruh Bunga kepada Romy
Romy punemakan hamburger yang telah dimakan Bunga dan Joey. "Iyaa enak kok Joey, lidah lu ada masalah nih" Ujar Romy

                   Joey pun penasaran dengan yang dikatan mereka berdua, lalu dia mencoba memakan hamburger itu lagi dan lagi - lagi Joey mual dan muntah kembali karena bau amis yang dihasilkan makanan tersebut.
"Ueekkk...ueekkk" Joey memuntahkan kembali roti tersebut. Karena kejadian itu kedua teman Joey memanggil dokter Bryan untuk memeriksa kondisi Joey. Setelah melakukan pemeriksaan, dokter Bryan mengatakannya bahwa kemungkinan besar ini terjadi akibat terdapat kelainan pada organ yang telah ditanamkan pada diri Joey.
"Apa yang terjadi pada diriku ini dok..... Sebenarnya siapa orang yang mendonorkan organnya untuk diriku ?" Tanya Joey dengan sedikit emosi.
"Sabar Joey, saya akan menjelaskanya..." Jawab dokter Bryan. Akhirnya dokter Bryan menjelaskan semua yang telah terjadi kepada Joey dan juga seorang yang ditemukan dengan penuh luka cakar di taman kota. Mendengar penjelasan dokter, Joey marah karena merasa dibohongi oleh dokter Bryan yang telah memberikan organ yang tidak jelas asal usul orang tersebut.
"Tidaaaaakkkkk...... Apa yang telah kamu lakukan padaku dokter !!!!" Joey emosi tak terkendali. Disaat Joey semakin marah, mata sebelah kiri Joey berubah menjadi biru seakan-akan mengeluarkan aura jahat pada tubuh Joey. Tidak lama kemarahan Joey terjadi, teman - temannya menenangkan dirinya dan memberikan support pada Joey mengenai perubahan yang terjadi pada dirinya. Keanehan ini membuat Joey semakin bingung dan putus asa dengan berubahnya Indra perasa dan pencernaan dalam dirinya, tidak dapat merasakan seperti dahulu dan seperti teman - temannya. Kehidupn Joey pun berubah mulai hari ini.




No comments:

Post a Comment