Suara ambulan begitu ramai
terdengar di sebuah rumah sakit di kota Bensil, dengan segera beberapa petugas
rumah sakit membawa korban kedalam ruang gawat darurat. Kondisi korban sangat
memprihatinkan dengan luka dihampir seluruh tubuhnya, darah mengalir dengan
deras di atas lantai putih rumah sakit yang cukup ramai pada saat itu. Semua
pengujung melihat dengan penuh penasaran kearah korban yang sangat berantakan
menuju ruang gawat darurat.
“Dok.... ada korban kritis!”
Teriak salah satu petugas rumah sakit yang membantu membawa korban.
Beberapa dokter langsung
menghampiri korban.
“Letakan dia diatas tempat tidur,
cepat!! Ya ampun, apa yang terjadi dengan dia?” Tanya salah satu dokter dengan
terkejut melihat kondisi korban.
“Saya...kurang tahu dok, dia
tergeletak di jalan...dekat taman kota dengan...penuh darah di seluruh badan”
Jawab gugup seorang petugas ambulan
“Kamu periksa seluruh pakaiannya,
siapa tau kita bisa menemukan identitasnya....” Sambil menunjuk kearah satu
petugas. “Yang lainnya coba kamu panggil dokter Bryan untuk datang kesini!!!”
Lanjut dokter memerintahkan.
“Baik dok” Dengan sigap para
petugas menjawab.
Dokter
Bryan merupakan salah satu dokter tebaik dalam hal luka dalam dan luka luar.
Dokter Bryan sudah cukup berumur yaitu 42 tahun dengan segudang pengalaman yang
pernah dimilikinya di berbagai kota di negeri ini. Sebelum menjadi dokter rumah
sakit dia merupakan peneliti yang tertarik mengenai hal mistis dan aneh bersama
temannya, sampai suatu saat dia tak lagi meneruskan penelitiannya ketika
dilarang oleh keluarga dan orang - orang didekatnya. Dia pernah menyelamatkan
seorang yang hhampir meninggar karena ada luka sobek di jantungnya, karena
kejadiaan itu sekarang dokter Bryan menjadi terkenal dan disegani dikota ini.
“tuk...tuk..tuk..” Suara langkah
sepatu terdengar seperti berlari dan lama – lama semakin keras menuju kearah
pintu ruang gawat darurat. Setelah menunggu suara tersebut, kemudian terbukalah
pintu ruangan UGD dengan cukup keras “Dugggg....”. Dokter Bryan pun langsung
menghampiri salah satu dokter yang mencoba menyelamatkan korban.
“Apa yang terjadi dok?” Tanya
dokter Bryan.
“Korban seperti terkena cakar
hampir diseluruh bagian tubuhnya dok, luka yang paling parah berada didaerah
kepala dan dada korban. Menurut pengakuan petugas ambulan, dia ditemukan di
taman kota dok” Jawab dokter UGD
“Coba saya periksa terlebih
dahulu” Dokter Bryan segera memeriksa badan korban yang penuh dengan darah
segar. Terkejutlah dokter Bryan setelah memeriksa tuduh korban tersebut.
“Apa yang sebenarnya terjadi
dengan dia, tercakar cukup dalam...Dan mahluk apa yang bisa melakukan hal ini
di taman kota yang ramai itu” Dokter Bryan sejenak berfikir. “Dia sudah terlalu
banyak kehilangan darah dan saya rasa dia tidak dapat diselamatkan dok” Tegas
dokter Bryen menjelaskan.
Dokter UGD pun setuju dengam yang
dijelaskan oleh dokter Bryan karena pendarahan yang cukup hebat diseluruh badan
korban.
“Apa kalian menemukan identitas
dia supaya kita bisa menghubungi keluarga korban?!” Tanya dokter Bryen dengan
cukup panik melihat keadaan korban.
“Kami tidak menemukan kartu
identitas ataupun handphone di pakaiannya dok, kecuali ada tatto aneh di lengan
kirinya” Jawab petugas rumah sakit.
“Lengan kiri?? Tatto apa ini...”
Dokter Bryan bingung dengan gmabar tersebut. “Kalau memang tidak ada kartu
identitas serta keluarga yang dapat dihubungi, kita lakukan operasi saja
!" Ujar dokter Bryan
"Operasi apa dok ? Kita kan
Belum mendapatkan izin dari keluarganya mengenai hal tersebut" Jawab
dokter UGD dengam sangat kaget.
Akhirnya mereka berdua berdiskusi
mengenai operasi yang diusulkan oleh dokter Bryan, dalam diskusinya dokter UGD
hanya diam dan tidak tau harus berbuat apa saat dokter menjelaskannya.
"Saya mempunyai seorang
pasien bernama Joey dengan kondisi yang cukup memprihatinkan dok, dia
kehilangan fungsi lambung, hati dan mata sebelah kiri karena kecelakaan
kendaraan.... Dia membutuhkan pendonor untuk menyelamatkan hidupnya"
Dengan jelas dokter Bryan mengatakannya.
"Apa ini hal yang benar jika
kita mengambil bagian tubuh korban ini dok, kita kan tidak tau apakah korban
setuju dengan operasi ini ?" Dokter UGD masih merasa ragu untuk melakukan
operasi tersebut.
Dokter Bryan terus meyakinkan
bahwa yang dilakukannya ini merupakan hal yang terbaik bagi korban dan Joey.
"Saya fikir korban ini jg akan merasa senang jika bagian dari tubuhnya
masih dapat hidup walaupun di tubuh orang lain dok" Ucap dokter Bryan.
Dari penjelasan yang telah diberikan dokter UGD pun setuju dan akan membantu
operasi tersebut.
"Suster tolong beritahu
pasien atas nama Joey agar bersiap siap karena akan segera melakukan operasi
dalam 1 jam lagi" Dokter Bryan memerintahkan salah satu suser. Suster
tersebut pun langsung bergegas menuju ruangan pasien dan segera memberitahukan
hal tersebut.
"Pasien atas nama Joey,
harap bersiap siap karena kamu akan segera melakukan operasi" Ujar Suster.
"Baik sus" jawab Joey
dengan sangat senang dan antusias karena sudah lama menunggumu operasi ini.
Joey merupakan mahasiswa di
sebuah universitas terkenal di kota bensil, dia seorang yang cerdas. Sejak
kecil dia selalu mendapatkan ranking pertama di kelasnya dan selalu mendapatkan
beasiswa di setiap tahunnya. Joey merupakan seorang putra dari seorang suami
istri yang tidak ia ketahui, sejak kecil dia sudah di besarkan oleh panti
asuhan dan berjuang sendiri untuk kehidupan yang baik dikemudian hari. Dengan
badannya yang kurus kering dia menjalani hidupnya sendirian tanpa ada saudara
sama sekali yang mengenalnya. Sudah tiga hari Joey berada di rumah sakit karena
kecelakaan mobil saat dia akan berangkat ke kampus menggunakan kendaraan umum.
Dia kehilangan fungsi lambung, hati dan mata kirinya akibat kejadian itu, jika
tidak ditangani secepat mungkin Joey mungkin akan kehilangan nyawanya. Oleh
karena itu Joey mengharapkan ada yang bersedia mendonorkan bagian tubuhnya
untuk kehidupan dirinya. Mengetahui Suster bahwa ada orang yang mau memberikan
bagian tubuhnya untuknya, Joey sangat senang dan berharap bahwa dia akan hidup
normal kembali seperti dahulu.
Tepat pukul 03.00 sore waktu
setempat dokter Bryan melakukan operasi dan mengambil organ korban yang
mempunyai tatto misterius itu. Selanjutnya memindahkan organ tersebut ketubuh
Joey. Setelah kurang lebih 5 jam melakukan operasi, Joey kembali ke ruangannya
dengan keadaan setengah sadar akibat obat bius. Beberapa jam kemudian dokter
Bryan datang menemui Joey yang sudah mulai sadar dan mengecek keadaan dia.
"Joey, operasi kamu berhasil
.... Tapi kamu belum boleh makan selama 2 hari, karena ginjal dan hati kamu
harus beradaptasi dengan tubuhnya yang baru" Jelaskan dokter Bryan kpada
Joey.
"Baik dok, terima kasih
banyak karena sudah berusaha untuk menyembuhkan ku" Ucap Joey sambil
memegang tangan dokter Bryan. Joey mengikuti semua saran yang dokter berikan,
dia tidak makan selama kurang lebih 2 baru hingga organnya dapat berfungsi
dengan normal. Selama 2 hari tersebut Joey mengalami gangguan pada tubuhnya,
badanya sering panas dingin, perut melilit dan muntah Sarah setiap 3 jam. Di
hari kedua Joey mengalami kejang akibat panas yang sangat tinggi pada tubuhnya
sepanas 43°C, kejadian itu hampir saja mengambil nyawa Joey. Joey semakin lemas
dengan keadaan tubuhnya yang semakin parah.
Di hari ke 3 keadaan Joey semakin
membaik, suhu badan sudah kembali normal dan muntah Sarah sudah tidak lagi
terjadi. Namun pada bagian perut Joey masi merasakan mual yang luar biasa. Pagi
pagi dokter Bryan menghampiri Joey kembali untuk melihat keadaannya.
"Pagi Joey, udah lebih baik
hari ini ?" Kata dokter Bryan.
"Pagi dok, sudah lumayan
lebih baik tapi masih terasa mual diperut" Jawab Joey. Dokter pun mulai
memeriksa keadaan Joey.
"Syukurlah kamu sudah lebih
sehat hari ini, kamu sudah boleh makan siang ini yaa.... Kamu pasti kangen
dengan makanan favourite kamu kan ?" Kata dokter Bryan menggoda.
"Iyaa dok, saya udah kangen
banget makan burgers" Jawab Joey dengan senang.
Pukul menunjukan 10.00 pagi, saat
itu pintu ruangannya Joey dirawat berbunyi, menunjukan bahwa ada seseorang yang
akan masuk. Terbukalah pintu ruangannya dan terlihat seorang pria dan wanita
yang tak asing lagi di mata Joey, mereka adalah Romy dan Bunga sahabat baik
Joey di kampus.
"Hey Joey, gimana kabar kmu
?" Tanya Bunga dengan manis.
"Aku sudah baikan kok,
kalian kenapa kesini gak memberitahu aku ?" Jawab Joey
"Kita kan ingin member
kejutan buat kmu bro" Balas Romy. "Nih kita bawain makanan kesukaan
kamu, hamburger depan kampus.... Udah boleh makan belum ?" Tanya Romy.
"Asiiikkkk.... Siang ini aku
udah boleh makan kok, makasih ya" Jawab Joey sambil tersenyum.
Tidak terasa waktu terasa cepat
berlalu, jam menunjukan pukul 12.15 siang. Joey pun mulai memakan hamburger
yang diberikan oleh sahabatnya, namun raut wajah yang ditampilkan Joey berubah
menjadi kecut. Joey pun berlari menuju kamar mandi dan muntah didepan kaca
closet, rasa mual yang terjadi saat memakan hamburger tadi seperti memakan
daging mentah dan berbau amis.
"Apa yang kalian bawa ini ?
Rasanya amis dan tidak enak..." Tanya Joey dengan amarah kepada temannya.
"Masa ? Aku beli ini di
depan kampus, tempat kesukaan kamu.... Coba aku makan" Jawab Bunga
penasaran.
"Enak kok Joey.... Rasanya
sama seperti biasanya, coba kamu makan Romy !!" Suruh Bunga kepada Romy
Romy punemakan hamburger yang
telah dimakan Bunga dan Joey. "Iyaa enak kok Joey, lidah lu ada masalah
nih" Ujar Romy
Joey pun penasaran dengan yang
dikatan mereka berdua, lalu dia mencoba memakan hamburger itu lagi dan lagi -
lagi Joey mual dan muntah kembali karena bau amis yang dihasilkan makanan
tersebut.
"Ueekkk...ueekkk" Joey
memuntahkan kembali roti tersebut. Karena kejadian itu kedua teman Joey
memanggil dokter Bryan untuk memeriksa kondisi Joey. Setelah melakukan
pemeriksaan, dokter Bryan mengatakannya bahwa kemungkinan besar ini terjadi
akibat terdapat kelainan pada organ yang telah ditanamkan pada diri Joey.
"Apa yang terjadi pada
diriku ini dok..... Sebenarnya siapa orang yang mendonorkan organnya untuk
diriku ?" Tanya Joey dengan sedikit emosi.
"Sabar Joey, saya akan
menjelaskanya..." Jawab dokter Bryan. Akhirnya dokter Bryan menjelaskan
semua yang telah terjadi kepada Joey dan juga seorang yang ditemukan dengan
penuh luka cakar di taman kota. Mendengar penjelasan dokter, Joey marah karena
merasa dibohongi oleh dokter Bryan yang telah memberikan organ yang tidak jelas
asal usul orang tersebut.
"Tidaaaaakkkkk...... Apa
yang telah kamu lakukan padaku dokter !!!!" Joey emosi tak terkendali.
Disaat Joey semakin marah, mata sebelah kiri Joey berubah menjadi biru
seakan-akan mengeluarkan aura jahat pada tubuh Joey. Tidak lama kemarahan Joey
terjadi, teman - temannya menenangkan dirinya dan memberikan support pada Joey
mengenai perubahan yang terjadi pada dirinya. Keanehan ini membuat Joey semakin
bingung dan putus asa dengan berubahnya Indra perasa dan pencernaan dalam
dirinya, tidak dapat merasakan seperti dahulu dan seperti teman - temannya.
Kehidupn Joey pun berubah mulai hari ini.
No comments:
Post a Comment